Tulisan ini dibuat dalam rangka menjawab pertanyaan Cosmic Boy dalam diskusi diblog Iman Kristen.
Mesias berasal dari bahasa Ibrani Massiach/Massaha yang berarti:
- Melantik
- Mengurapi
- Mengurut
Pemberian gelar Mesias kepada seseorang menunjukan bahwa orang tersebut telah dilantik dan ditentukan Tuhan untuk memegang Jabatan tertentu dengan meminyaki sebagai simbol pelantikan tersebut.
- John Hogue mengatakan: Devinisi yang terpenting dari gelar Utusan atau Yang diLantik.
- Mesias bagi yahudi diberikan kepada: seorang penguasa dan pemimpin agama serta Panglima Perang yang akan membebaskan bangsa Israel dari penjajahan dan perbudakan.
- Bahkan ada yang menegaskan bahwa mesias adalah orang yang akan hadir sebagai Raja dan Penakluk.
- Menurut Russel Sharto: Mesias adalah Panglima Perang, Raja dan Pemenang dalam Pertempuran.
- Michael Baigent: Mesias yang dinanti-nantikan para pengikut Yesus adalah Kepala Pemerintahan sekaligus pemimpin agama sesuai dengan ajaran yahudi.
Sedangkan yang menjadi Mesias menurut ajaran yahudi / Israel adalah Daud dan Keturunannya yang menjabat sebagai Panglima Perang sekaligus yang membebaskan israel dari penjajahan dan Perbudakan ini tercantum dalam II Samuel 7: 11 – 7
Kini kita melihat sosok Yesus apakah keturunan daud menurut Daging? Seperti yang didengung-dengungkan gereja selama ini? Kalau kita membaca dalam Kisah 9:20, Matius 1: 18, 20, 24 dan 25 ini jelas-jelas tidaklah mungkin bahwa Yesus adalah keturunan Daud seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam Roma 1:3. Selanjutnya kita melihat dari sang Ibu Yesus sendiri, Maria bukanlah dari garis keturunan Daud namun dari Garis Keturunan Harun.
Bagi Yahudi sebelum dan pada masa awal pergerakan kristen tidaklah mengenal ajaran kepercayaan mengenai Mesias yang mati terbunuh dan bangkit dari kematian. Yahudi hanya mengenal Mesias sebagai Panglima Perang yang selalu menang, sehingga kalau ada mesias yang mati terbunuh mereka mencemooh sebagai mesias yang gagal bahkan disebut sebagai mesias palsu yang tidak memenuhi nubuat kitab suci para nabi. Dari sini kita dapat menyimpulkan bahwa tidak ada mesias yang disalibkan dan mati bangkit kembali.
- James H Charles Worth: Kepercayaan kepada mesias yang mati ditiang salib adalah tahayul yang sangat berbahaya, ini adalah sebuah kekafiran
- John Davidson: Kepercayaan kepada kebangkitan tubuh kasar (didunia) adalah kemauan orang-orang tolol.
Didalam Lukas 24:46 : Katanya kepada mereka ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga. Ucapan seperti ini tentunya merujuk kepada Kitab Perjanjian Lama, tapi kenyataannya tidak ada didalam Perjanjian Lama itu sendiri dan telah menjadi perdebatan para kristolog yang pada ujung-ujungnya diketahui bahwa ini adalah ayat-ayat ciptaan penulis injil lukas yang dijejalkan kepada mulut yesus, dan ini dapat kita perhatikan bagaimana penulis injil lukas ini didalam menciptakan dogmanya yang tertera didalam Lukas 24:45.
Kristus menurut Paulus: Anak Allah yang menurut Daging diperanakan dari keturunan Daud (Roma 1:3-4) disini terlihat bahwa paulus memaksakan kemauannya padahal menurut daging jelas bukan keturunan Daud.
Kriteria Kristus menurut Paulus adalah: Penebus dosa yang mati, dikubur kemudian dibangkitkan kembali pada hari ketiga (I Korintus 15:3-4) untuk meyakinkan kepada yahudi tentunya paulus selalu merujuk kepada kitab para nabi (PL) namun tidak dapat dibuktikannya. Disini paulus berhadapan dengan Penyembah berhala di Asia Kecil, Yunani, Mesir, dan Timur Tengah yang kala itu mempertuhankan/menyembah Dewa KRISTUS TAMMUS dll. Paulus selanjutnya berusaha untuk memperkenalkan Yesus seperti yang ada pada Tammus:
-
Tammus lahir dari seorang Perawan dan Yesus juga harus lahir dari seorang perawan.
-
Tammus tertikam lambungnya, Yesus dibuat cerita kalau dia ditikam pada lambungnya.
-
Tammus tiga hari tiga malam dikubur maka yesus juga harus tiga hari tiga malam didalam kubur.
Dijelaskan oleh Michael Beagent, Richard Leigh dan Henry lincoln (the messianic legacy): Kalau Paulus ingin menantang para penyembah berhala Dewa Tammus, Yesus harus bisa menandingi setiap mukjizat Tuhan-tuhan lama, sebagai akibatnya kehidupan dewa Tammus harus diukirkan kepada kehidupan Yesus.
Yesus yang tadinya diharapkan menjadi mesias yang gagah berani, pemimpin israel dalam pembebasan dari penjajah Romawi berubah menjadi kristus yang tidak berdaya, disiksa dan menyerahkan dirinya untuk disalib dalam rangka menebus dosa manusia. Dengan kedudukan ini maka ajaran yesus menjadi kabur dan tidak penting lagi untuk digantikan kedudukannya dengan Kristus penyembah berhala yang baru.
Para penyembah berhala di Romawi, Babilonia, Persia dan Mesir menyembah Kristus dengan kriteria sebagai berikut:
-
Lahir 25 Desember
-
Anak Allah
-
Mati terbunuh dan bangkit pada hari ketiga
-
Terangkat ke surga
Kriteria tersebut dianut oleh Paulus sejak kanak2 yang diwujudkan dalam upacara & Festifal penyembahan “Herakles Kristus” di Tarsus.
Masyarakat Romawi dan Yahudi pada abad pertama tidaklah mengenal Yesus sebagai tuhan dan kristus. Joshepus, Flavius yang hidup di Israel sekitar tahun 60an menuliskan dalam buku Antiquitates Judaicae, yang dengan tanpa malu-malu gereja merubahnya demi kepentingan pengangkatan yesus sebagai kristus. Perhatikan kebiasaan gerja merubah tulisan Antiquitates Judaicae:
Pada saat itu hidup seseorang yang bernama Yesus, seorang yang bijak. Sebab dia melakukan hal-hal yang menakjubkan, seorang guru bagi orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Dia menarik perhatian orang-orang Yahudi maupun Yunani. Dan ketika Pilatus menyalibnya berdasarkan tuduhan tokoh-tokoh penting saat itu, mereka yang sejak semula mencintainya, tidak pernah mengkhianatinya. Dan golongan Kristen yang disebut seperti namanya, tidak pernah lenyap sampai saat ini.
Perhatikan bagaiman gereja dengan NEKADNYA dan tanpa malu-malu sebagai sebuah institusi merubah tulisan tersebut menjadi:
Pada saat itu hidup seseorang yang bernama Yesus, seorang yang bijak, jika seseorang dapat menyebutnya manusia. Sebab dia melakukan hal-hal yang menakjubkan, seorang guru bagi orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Dia menarik perhatian orang-orang Yahudi maupun Yunani. Dia adalah Mesias. Dan ketika Pilatus menyalibnya berdasarkan tuduhan tokoh-tokoh penting saat itu, mereka yang sejak semula mencintainya, tidak pernah mengkhianatinya. Karena dia tampil dihadapan mereka pada hari ketiga, hidup kembali, sebagaimana yang Dan golongan Kristen yang disebut seperti namanya, tidak pernah lenyap sampai saat ini.
Yesus bukan mesias dan Kristus
Komentar Terakhir